Penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp 45,33 triliun per 31 Desember 2011. Angka ini naik 18% dari pendapatan tahun lalu yakni Rp 38,4 triliun. Laba terhambat kenaikan bahan baku dan beban operasional.
Dalam siaran persnya, Selasa (20/3/2012), Indofood menyebutkan laba usaha mereka naik 8,8% menjadi Rp 6,85 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua kelompok usaha strategis grup Indofood mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan. Produk konsumen bermerek (CBP), bogasari, agribisnis dan distribusi masing-masing memberikan kontribusi sebesar 42%, 26%, 24% dan 8% terhadap penjualan bersih konsolidasi. Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peningkatan harga jual rata-rata.
Nilai penjualan grup CBP yang terdiri dari divisi mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus tumbuh 8.6 %. Hasil ini berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan grup distribusi menjadi sebesar 17.9%.
Sementara nilai penjualan grup Bogasari berhasil naik 16% berkat kenaikan harga jual rata-rata tepung terigu seiring dengan kenaikan harga gandum dunia. Grup agribisnis juga menikmati naiknya harga jual rata-rata komoditas hasil perkebunan, produk minyak goreng dan lemak nabati. Pertumbuhan nilai penjualan mereka cukup kuat yakni 32.7%.
(ang/ang)











































