7 Investor Asing Lagi Minati Divestasi Bank Permata
Jumat, 06 Agu 2004 11:56 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan menciutkan jumlah calon investor Bank Permata setelah proses penawaran menjadi kurang dari 10 investor. PPA hanya akan memilih calon investor yang sangat serius. Selain itu, saat ini ada 7 calon investor asing yang berminat mengikuti divestasi Bank Permata."Bidding indicative price-nya (harga penawaran indikatif) 30 Agustus. Setelah itu, kita punya shortlisted dan ini mungkin kurang dari 10. Kita akan perhatikan yang sangat serius," kata Wakil Direktur Utama PPA, Raden Pardede, saat ditemui di gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2004).Sementara, mengenai hasil penjajakan pasar (roadshow) ke Singapura dan Malaysia, menurut Pardede, respon investor di kedua negara itu sangat baik. Bahkan, sejumlah investor yang dikunjungi sudah langsung memberi surat permohonan mengikuti kualifikasi."Itu menunjukkan bahwa mereka serius dan selanjutnya kita akan mengirimi info memo, itu sudah lebih detil lagi. Kalau kita kirimkan itu, maka mereka selanjutnya menandatangani confidential agreement. Jadi mereka harus menjaga kerahasiaan, karena sebagian dari bank data sudah kita berikan," paparnya.7 Investor Asing BerminatPardede juga menjelaskan, dari hasil roadshow itu sudah terdapat 7 calon inevstor asing yang mengajukan permintaan kualifikasi. Rencananya, pada pertengahan Agustus mendatang, PPA akan kembali melakukan roadshow ke London. "Jadi masih terbuka (calon investor asing), karena kita akan melakukan roadshow lagi," imbuhnya.Nantinya dalam uji tuntas (due diligence), lanjut dia, PPA akan membuka seluruh data mengenai Bank Permata yang dulunya merupakan hasil merger lima bank, termasuk Bank Bali."Ini penting saya sebutkan karena Bank Permata dulunya dari lima bank. Jadi mereka akan melihat dokumen dari masing-masing bank itu. Datanya banyak sekali dan mereka butuh waktu yang lebih panjang untuk melakukan due diligence," ujar Pardede.Terkait pelepasan kepemilikan minoritas saham pemerintah di sejumlah bank, di antaranya BCA, Bank Niaga, Bank Danamon, Raden mengaku hingga kini belum tahu mana yang akan diprioritaskan. Namun ditegaskan, pelepasan kepemilikan minoritas tersebut baru akan dilakukan tahun depan dengan melihat situasi dan kondisi.
(ani/)











































