Dahlan Dorong Kimia Farma Rajin Produksi Obat Murah

Dahlan Dorong Kimia Farma Rajin Produksi Obat Murah

- detikFinance
Kamis, 22 Mar 2012 11:20 WIB
Dahlan Dorong Kimia Farma Rajin Produksi Obat Murah
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendorong PT Kimia Farma Tbk (KAEF) produksi lebih banyak obat murah. Saat ini, harga obat di Indonesia terbilang masih mahal dibandingkan negara tetangga.

Dahlan memberi contoh, yaitu obat Lamifudin untuk pasien pengidap hepatitis B. Harga obat ini Rp 1 juta untuk kepentingan satu bulan di Indonesia.

"Di indonesia ada sekitar 20 juta orang yang harusnya minum obat ini. Namun, karena harganya mahal menjadi tidak terjangkau. Mengapa mahal, tidak lain karena obat itu harus diimpor," kata Dahlan dalam pesan elektronik yang diterima detikFinance, Kamis (22/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu sejak menjadi Menteri BUMN saya mendukung agar perusahaan obat BUMN seperti Kimia Farma memproduksi obat yang amat dibutuhkan jutaan rakyat Indonesia ini," tambahnya.

Menurut Dahlan, kedisiplinan minum lamifudin ini dimaksudkan agar liver yang sudah terjangkit hepatitis B tidak terkena sirosis yang bisa jadi akhirnya mengarah ke kanker hati.

"Minggu lalu Kimia Farma berhasil mulai memproduksi sendiri lamifudin dengan merek Heplam. Harganya hanya Rp 150.000 untuk kepentingan sebulan. Tidak sampai seperlima harga lamifudin impor," jelasnya.

Dahlan mengaku akan meminta Kementrian Kesehatan untuk meluncurkan obat itu dalam waktu dekat. "Saya akan minta ibu menteri kesehatan yang juga baru proses sembuh dari sakit kanker untuk meluncurkan obat tersebut di jakarta dalam waktu dekat," ucapnya.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads