Dilanda Profit Taking, IHSG Turun 8,079 Poin
Jumat, 06 Agu 2004 16:31 WIB
Jakarta - Aksi ambil untung (profit taking) oleh investor dengan melepas saham-saham unggulan pada perdagangan saham hari ini, Jumat (6/8/2004), membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 8,079 poin pada level 753,932. Penurunan itu juga dipengaruhi oleh melemahnya bursa-bursa utama Asia, akibat masih berlanjutnya kenaikan harga minyak dunia.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling likuid turun 1,973 poin pada level 163,902, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,635 poin pada level 125,259, Indeks Papan Utama (MBX) turun 2,178 poin pada level 202,661 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 1,857 poin pada level 173,979.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 14.622 kali pada volume 2.292.515 lot saham senilai Rp 532,654 miliar. Sebanyak 23 saham mencatat kenaikan harga, 105 saham mengalami penurunan harga dan 252 saham lainnya stagnan.Di jajaran top loser, saham-saham yang harganya menciut di antaranya Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp 225 menjadi Rp 1.575, International Nickel (INCO) turun Rp 100 menjadi Rp 8.600, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 100 menjadi Rp 1.525, Komatsu Indonesia (KOMI) turun Rp 100 menjadi Rp 1.775, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 1.100, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.550, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 5.650, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 600, Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 1.875.Sedangkan di saham-saham yang mencatat kenaikan harga di deretan top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 25 menjadi Rp 3.800, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 25 menjadi Rp 1.625, Medco (MEDC) naik Rp 25 menjadi Rp 1.300, United Tractors (UNTR) naik Rp 25 menjadi Rp 1.250 dan Bentoel International Investama (RMBA) naik Rp 5 menjadi Rp 120.Aksi jual saham-saham unggulan seperti Telkom dan Astra Internasional membuat indeks pada penutupan akhir pekan ini turun. Penurunan juga dipicu turunnya sejumlah bursa-bursa utama Asia seperti Nikkei (Jepang) dan Straits Times (Singapura). Penurunan bursa Asia ini akibat kekhawatiran terhadap tingginya harga minyak dunia yang terus berlanjut. Pasalnya, kondisi tersebut dikhawatirkan akan memberatkan emiten yang bergantung pada minyak bumi sehingga bisa menggerus laba emiten tersebut.
(ani/)











































