Pendapatan bersih LPKR juga naik 34% menjadi Rp 4,19 triliun. Hasil tersebut membuat laba bersih per lembar saham LPKR menjadi Rp 32 per lembar.
Dalam siaran pers yang diterima hari ini (22/3/2012), disebutkan pendapatan tertinggi berasal dari divisi usaha strategis residential/township. Peningkatan pendapatan divisi ini paling besar daripada divisi lainnya, yakni 59% dan menyumbang Rp 2,04 triliun pada perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR menyatakan kegembiraannya terhadap kinerja perseroan. "Semua divisi Perseroan terutama di bidang property development mengalami pertumbuhan yang tinggi, khususnya pada pengembangan Industrial Estate. Lebih penting lagi, divisi Healthcare terus tumbuh dan berkembang secara nasional, enam rumah sakit dijadwalkan akan dibuka tahun ini, sebagai tambahan dari tujuh Siloam Hospitals yang saat ini telah beroperasi," katanya.
Lebih lanjut, Ketut menyatakan antusiasmenya terhadap strategi perusahaan yang ingin mengembangkan nilai usaha LPKR di bidang properti dari Rp 30 triliun menjadi Rp 80 triliun. LPKR memang tengah memanfaatkan momentum baik dalam perekonomian Indonesia. Penjualan perumahan dan kota mandiri tinggi, begitu pula pendapatan dari rumah sakit Siloam.
(ang/ang)











































