Sementara laba bersih di 2011 yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham juga meningkat menjadi US$ 85,07 juta dari US$ 83,06 juta di 2010.
Dikutip dari siaran pers perseroan, Selasa (27/3/2012), laba bersih itu diraih karena tingginya jumlah penjualan dan pendapatan usaha di 2011, serta efisiensi biaya yang dilakukan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontributor terbesar dari peningkatan penjualan dan pendapatan usaha tetap berasal dari peningkatan penjualan minyak dan gas, yaitu sebesar US$ 800,48 juta (70% dari jumlah penjualan dan pendapatan usaha), sedangkan sisanya sebesar US$ 342,82 juta berasal dari penjualan dan pendapatan kegiatan usaha non minyak dan gas (non-migas).
Penjualan migas itu naik akibat tingginya harga tetapi volume penjualan minyak tahun 2011 stabil di kisaran 14,68 juta barel, sementara volume penjualan gas naik menjadi 59,154 bbtu dari 56,628 bbtu di tahun 2010.
Selain itu, tingginya harga rata-rata minyak yang terealisasi di 2011 mencapai US$ 113,68/barel dibandingkan US$81,41/barel di 2010, begitu pula harga gas rata-rata US$ 3,80/mmbtu.
Perseroan juga melakukan efisiensi dengan menurunkan biaya operasi 18% menjadi US$ 150,90 juta dibandingkan US$ 173,27 juta di 2010.
(ang/dnl)










































