Perseroan mencatat penjualan real estate Rp 358,85 miliar sepanjang tahun buku 2011. Penjualan real estate menjadi bagian dari pendapat bersih perseroan yang mencapai Rp 541,78 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (28/3/2012), pendapatan usaha MLTA pada tahun buku 2011 tercatat naik Rp 210,1 miliar dari periode sebelumnya Rp 331,66 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penjualan kavling tanah, kondotel dan ruko masing-masing tercatat Rp 11,91 miliar, Rp 9,78 miliar dan Rp 26,53 miliar. Perseroan juga meraih pendapatan sewa ruang Rp 76,14 miliar serta jasa layanan serta utilitas masing-masing Rp 27,38 miliar dan Rp 21,73 miliar.
Pendapatan juga disumbang oleh divisi hotel sekiar Rp 51,4 miliar. Sedangkan pendapatan dari pusat rekreasi dan lain-lain senilai Rp 6,14 miliar.
Laba kotor pun mencatat naik dari Rp 178,504 miliar menjadi Rp 292,24 miliar di akhir 2011. Laba sebelum pajak melesat naik menjadi Rp 188,19 miliar dari sebelumnya Rp 89,49 miliar.
Laba bersih pun akhirnya mencapai Rp 156,607 miliar naik Rp 87 miliar dari periode sebelumnya Rp 69,04 miliar. Laba per terkerek menjadi Rp 23,4 per lembar, dari sebelumnya RP 12,15 per lembar.
(wep/ang)











































