Harga Batubara Naik, Adaro Cetak Laba Rp 5,1 Triliun

Harga Batubara Naik, Adaro Cetak Laba Rp 5,1 Triliun

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2012 13:28 WIB
Harga Batubara Naik, Adaro Cetak Laba Rp 5,1 Triliun
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat laba bersih naik 124% menjadi US$ 552 juta (Rp 5,1 triliun). Pendapatan usaha bersih juga meningkat 47% menjadi US$ 3,99 miliar (Rp 36,7 triliun).

"Hasil yang kami capai merupakan pencapaian terbaik. Ini menunjukkan kemampuan perusahaan melewati situasi sulit dalam dua tahun terakhir yakni kondisi cuaca buruk di 2010 dan resesi ekonomi global di 2009," ujar Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir dalam siaran pers, Rabu (28/3/2012).

Naiknya laba bersih didukung oleh tingginya pertumbuhan volume produksi, harga jual rata-rata kuat dan pengendalian biaya yang terus dilakukan. Faktor cuaca mendukung, tambahan alat berat baru yang lebih besar dan kinerja kontraktor memungkinkan Adaro melampaui batas atas target produksi di kisaran 46-48 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun 2011 merupakan tahun ke-20 Adaro mencatat pertumbuhan produksi per tahun dengan peningkatan produksi batubara sebanyak 13% menjadi 47,67 juta ton. Menurut Garibaldi, Adaro berhasil mencapai target yang ditetapkan dengan mengakuisisi cadangan batubara di Sumatera Selatan.

Tiga perusahaan yang diakuisisi meliputi PT Mustika Indah Permai (75% saham senilai US$ 234,2 juta), PT Servo Meda Sejahtera (35% saham senilai Rp 200 miliar) dan PT Bukit Enim Energi (61,04% saham senilai US$ 67 juta). Perusahaan juga berekspansi ke hilir melalui proyek pembangkit listrik di Jawa Tengah.

"Kami tercatat sebagai perusahaan yang memiliki marjin EBITDA terbaik untuk batubara termal di Indonesia sebesar 36,9%. Kami juga mencatat setoran pajak pendapatan sebesar US$ 450,5 juta (Rp 4,1 triliun) dan pembayaran royalti tertinggi sebesar US$ 405,4 juta (Rp 3,7 triliun),” kata Garibaldi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads