Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (28/3/2012), laba per saham mencapai Rp 1,45 per saham turun dari sebelumnya RP 12,78 per saham.
Pendapatan perseroan tercatat Rp 1,099 triliun, turun tipis dari periose sebelumnya Rp 1,35 triliun. Pendapatan sepanjang 2011 disumbang oleh jasa konstruksi bangunan Rp 655,89 miliar dan pengerjaan sipil Rp 433,52 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurunnya penghasilan usaha ini terutama berkurangnya perolehan kontrak baru sebagai dampak dari permasalahan yang akhir-akhir ini dialami perusahaan," tuturnya.
Laba kotor langsung turun dari Rp 175,09 miliar menjadi Rp 122,85 miliar. Laba hasil proyek kerja sama cukup membantu kinerja perseroan, namun total laba usaha belum menunjukkan hasil signifikan. Laba usaha hanya Rp 60,87 miliar, turun dua kali lipat lebih dari periode 2010 Rp 134,42 miliar.
Sementara laba sebelum pajak turun dari Rp 111,19 miliar menjadi hanya Rp 41,52 miliar. Total aset perseroan pun ikut susut dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 1,48 triliun. Kemudian total kewajiban terdepresiasi menjadi Rp 456,87 miliar dari sebelumnya Rp 973,12 miliar.
(wep/ang)











































