Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terpangkas 15,370 poin (0,38%) ke level 4.075,203 terbawa arus negatif bursa regional dan global. Cukup banyak sentimen negatif yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Indeks sempat jatuh cukup dalam di awal perdagangan, soalnya kemarin sudah naik cukup tinggi. Investor mengambil untung sehingga indeks jatuh ke posisi terendahnya di 4.063,510.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi indeks yang sudah mendekati level psikologis 4.100 dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengambil untung. Namun, masiha ada beberapa saham yang diburu, seperti saham-saham properti, agribisnis dan aneka industri.
Ambil untung juga banyak dilakukan investor lokal, karena pemodal asing masih terus berburu saham hingga siang hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 65.964 kali pada volume 4,104 juta lot saham senilai Rp 2,105 triliun. Sebanyak 93 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 105 saham stagnan.
Semalam, Wall Street terkoreksi akibat turunnya harga minyak dan komoditas logam. Sedangkan dari Eropa, kabar buruk datang dari Spanyol yang kembali jatuh ke masa resesi. Hal tersebut membuat bursa-bursa di Asia tak mampu naik ke zona hijau.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,28 poin (0,58%) ke level 2.271,60. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 251,09 poin (1,20%) ke level 20.634,33. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 69,89 poin (0,69%) ke level 10.112,68.
- Indeks Straits Times berkurang 8,02 poin (0,27%) ke level 3.007,96. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Lionmetal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 6.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 ke Rp 72.350, Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 23.200, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 54.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 32.250, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 250 ke Rp 6.500, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 200 ke Rp 4.500, dan Nipress (NIPS) turun Rp 200 ke Rp 3.800.
(ang/dru)











































