"Kami menghadapi kondisi penuh tantangan di semester II 2011 karena siklus usaha industri petrokimia dunia yang diperburuk oleh krisis ekonomi Eropa dan pengetatan kredit di China. Margin produk-produk petrokimia di seluruh dunia tergerus, tak terkecuali CAP," kata Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis (29/3/2012).
Peningkatan penjualan didukung oleh kenaikan harga jual produk petrokimia seperti ethylene, styrene monomer, polythylene, polypropylene, PyGas dan Crude C4. Kenaikan harga terpengaruh tingginya harga minyak dunia yang berkisar di 110 dolar AS per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimis kinerja 2012 makin solid dengan bergabungnya SCG Chemicals Co., Ltd sebagai Strategic Partners," imbuh Erwin. Pada pertengahan September 2011, SCG Chemicals Co., Ltd. mengakuisisi 30 persen saham CAP. SCG adalah perusahaan petrokimia terbesar di Thailand yang menghasilkan produk kimia terintegrasi mulai dari hulu ke hilir serta produk turunannya,
Di tahun 2010, CAP merugi bersih Rp 469,2 miliar US$ 51 juta akibat penghapusan pajak yang ditangguhkan dari PT Chandra Asri. Pembebanan sekaligus tersebut karena pajak yang ditangguhkan tersebut tidak dapat dibukukan ke perusahaan hasil merger.
(dru/dnl)











































