Peningkatan laba ini ditopang oleh penjualan bersih yang mencapai Rp 10,91 triliun pada tahun 2011 atau mencatat pertumbuhan sebesar 6,7%, jika dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp 10,22 triliun.
Perseroan mencatat peningkatan marjin laba kotor menjadi 50,9% pada tahun 2011 dari 50,5% pada tahun 2010. Sejak triwulan-IV tahun 2011, komposisi segmen usaha Perseroan mengalami perubahan dengan meningkatnya kontribusi segmen
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Divisi Obat Resep mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,8 triliun pada tahun 2011, dengan pertumbuhan sebesar 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya.Pertumbuhan penjualan tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, karena Perseroan memfokuskan pada pertumbuhan volume penjualan.
Divisi Produk Kesehatan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,8 triliun, dan juga mencatat pertumbuhan yang positif sebesar 8,3% pada tahun 2011, setelah mengalami penurunan pada beberapa tahun terakhir. Perbaika kinerja Divisi Produk Kesehatan ditunjang oleh pertumbuhan produk-produk obat bebas sejalan dengan pertumbuhan pasar, serta membaiknya kinerja produk minuman energi Extra Joss.
Divisi Nutrisi mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,4 Triliun, dengan pertumbuhan sebesar 5,5% pada tahun 2011. Untuk tahun 2012, Perseroan mentargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 18% - 20%, dengan tingkat margin laba usaha sekitar 16,0% - 16,5%. Laba bersih per saham diperkirakan sekitar Rp 173 sampai Rp 180, mencerminkan pertumbuhan sekitar 10%-15% dibandingkan tahun 2011.
(dru/dnl)











































