Lonjakan laba didukung oleh peningkatan penjualan sebesar 47,70% atau Rp 6,63 triliun, dibandingkan pencapaian pada tahun 2010 sebesar Rp 4,49 triliun. Dengan demikian, harga per lembar saham pun naik menjadi Rp 175 dari sebelumnya Rp 54.
βHal ini tercapai berkat peningkatan marjin laba bersih di seluruh lini operasi sebesar 6,27%. Ini hasil dari model bisnis terintegrasi tambang batu bara yang ditopang oleh segmen jasa kontraktor tambang, penyedia jasa kelistrikan, logistik terintegrasi, dan jasa engineering,β papar Presiden Direktur ABM, Andi Djajanegara dalam keterangan tertulis (30/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ABM menargetkan volume produksi dan penjualan pertambangan batubara mencapai 5,5 juta ton di tahun 2012 atau tumbuh 152% dari volume di 2011 yang sebesar 2,18 juta ton. Sementara segmen kontraktor pertambangan ditargetkan untuk tumbuh 20-25% tahun ini," tutup Andi.
(ang/ang)











































