Indeks S&P 500 naik 12% di tiga bulan pertama tahun ini, performa terbaiknya sejak 2008 silam. Rata-rata penguatannya merupakan tertinggi sejak empat tahun lalu
Saham Apple turun 1,7% ke level US$ 599,55, memimpin pelemahan dan menyeret Nasdaq ke zona merah. Meski begitu, saham produsen iPhone itu sudah melesat 48% hanya dalam tiga bulan ini dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 558,9 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sektor konsumer di S&P naik 0,65% pada perdagangan Jumat waktu setempat. Sementara produk kesehatan naik 0,75% meski di triwulan ini turun 8,4%.
Saham-saham energi yang sebelumnya jatuh pun ikut menguat, indeks sektor migas naik 1,7%. Dalam tiga bulan ini sektor migas sudah melesat 10,1%.
"Jika tidak ada kabar buruk dan The Fed terus mendorong uang masuk ke perekonomian, pasar bisa naik lebih tinggi," kata John Manley, Kepala Investaso Wells Fargo Funds Management di New York, diutip dari Reuters, Sabtu (31/3/2012).
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 66,22 poin (0,50%) ke level 13.212,04. Indeks S&P 500 bertambah 5,19 poin (0,37%) ke level 1.408,47. Indeks Komposit Nasdaq melemah 3,79 poin (0,12%) ke level 3.091,57.
(ang/ang)











































