Permohonan IPO MNC Sky Vision Masuk 'Meja' BEI

Permohonan IPO MNC Sky Vision Masuk 'Meja' BEI

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 02 Apr 2012 15:51 WIB
Permohonan IPO MNC Sky Vision Masuk Meja BEI
Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) memastikan rencana pencatatan saham perdana (Initial Public Offering) salah satu anak usahanya, PT MNC Sky Vision pada tahun 2012. Permohonan IPO telah perseroan sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Demikian disampaikan Direktur BMTR, M. Budi Rustanto dalam keterangan tertulisnya di JaPT Global Mediacom Tbk (BMTR) memastikan rencana pencatatan saham perdana (Initial Public Offering) salah satu anak usahanya, PT MNC Sky Vision pada tahun 2012.karta, Senin (2/4/2012). Penyampaian dokumen IPO MNC Sky Vision telah terjadi Jumat (30/3/2012) pekan lalu.

"Global Mediacom telah menyampaikan permohonan pencatatan saham untuk mendapatkan perjanjian pendahuluan, sebagai salah satu syarat MNCSV untuk dapat mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam-LK," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, tidak disebutkan rinci rencana pelepasan saham MNC Sky Vision kepada publik. Termasuk kepastian waktu pelaksanaan IPO. Namun Sekretaris Perusahaan Global Mediacom Arya Sinulingga menyampaikan perkiraan waktu IPO pada akhir semester I atau awal semester II 2012.

"Untuk saat ini, saya hanya bisa memperkirakan bahwa IPO akan dilakukan pada akhir semester I atau awal semester II tahun ini," kata Arya.

Rencana awal IPO pemilik brand televisi berbayar Indovision dan Top TV adalah tahun 2011. Namun tidak ada alasan kenapa rencana ini mundur, hingga satu tahun setelahnya. Pencatatan saham anak usaha perseroan, menurut Investor Relations BMTR, Robert Satrya dalam rangka kebutuhan dana untuk ekspansi usaha.

"Penetrasi TV berbayar di Indonesia masih sangat rendah, dan industri ini dipercaya memiliki masa depan yang sangat menjanjikan. Diproyeksikan, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pelanggan TV berbayar tertinggi di Asia Pasifik. Angkanya mencapai lebih dari 30% dibandingkan negara lain di kawasan, seperti Malaysia, Singapore, Jepang dan lainnya," ucap Robert waktu itu.

Tahun 2010, anak usaha grup MNC ini mencatat pendapatan Rp 1,44 triliun, meningkat 36% dibandingkan periode sebelumnya Rp 1,06 triliun. Laba sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) juga naik 63% dari Rp 321 miliar menjadi Rp 522 miliar. 2011 perseroan awalnya membidik pendapatan Rp 2,1 triliun, dengan EBITDA Rp 846 miliar.

Untuk diketahui, 16 November 2010 lalu MSV telah menjadi penjamin obligasi yang diterbitkan oleh Aerospace Satellite Corporation Holding B.V sebesar US$ 165 juta. Tenornya lima tahun, dan tidak dapat non-callable untuk 3 tahun pertama dengan suku bunga 12,75%.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads