Menurutnya, saingan terberat GIAA adalah Singapore Airlines dan Malaysia Airlines serta Air Asia dan Tiger.
"Kita targetkan 194 pesawat hingga 2015. Jadi 50 Citilink dan 144 Garuda," ungkap Emir seusai menjadi pembicara pada Airline Day 2012 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (3/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk security sudah banyak kerja sama dengan Eropa, Belanda dan kita minta pengaturan sesuai standar-standar itu, dengan Singapura juga," sebutnya.
Emir juga menyebutkan dampak dari kebijakan open sky 2015, akan berdampak terhadap maskapai dalam negeri.
"Ya tentunya kalo pemain bertambah pasti pengaruh. Tapi lihat oportunity asian, marketnya adalah indonesia. Baik penumpang dan jumlah pertumbuhan," tutup Emir.
Emir juga menyebutkan akan terjadi peningkatan pendapatan Garuda untuk tahun 2012. "Indonesia Alhamdulilah bagus, Garuda signifikan. Reveneu 40 persen. Net profit kita naik 285 persen. Kedepan diharapkan seperti itu," sahutnya.
Disamping itu, Emir juga menegaskan harga minyak dunia yang terus merangkak tampaknya mempengaruhi Industri penerbangan dalam negeri. Karena berdampak terhadap biaya operasional yang terus merangkak.
(feb/dru)











































