BEI Tak Akan Suspensi Saham BDMN

BEI Tak Akan Suspensi Saham BDMN

- detikFinance
Selasa, 03 Apr 2012 15:13 WIB
BEI Tak Akan Suspensi Saham BDMN
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak dapat mensuspensi saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) meski telah terjadi kenaikan 40,22% menjadi Rp 6.450 per lembar, dari penutupan akhir pekan lalu Rp 4.600 per lembar.

Aksi beli saham BDMN, menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, karena efek pergantian pemegang saham secara tidak langsung dari .Fullerton Financial Holdings Pte Ltd. (FFH) di Asia Finansial Indonesia Pte. Ltd.(AFI) kepada DBS Group Holdings (DBS).

"Kenaikan harga yang terjadi di Bank Danamon kan ada trigernya. Dasarnya dan ada basisnya itu jelas," katanya di Jakarta, Selasa (3/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui sesi I perdagangan Senin (2/4/2012) kemarin, saham BDMN disuspensi atas permintaan manajemen. Khususnya untuk mencegah spekulasi. Pada hari yang sama, DBS group pun telah menyampaikan penjelasan atas aksi beli saham FFH.

Sesi I perdagangan hari ini, Selasa, suspensi saham BDMN telah dibuka. Saham perseroan pun kembali diperdagangkan. Pembukaan suspensi Efek BDMN ini merujuk surat Bank Danamon Indonesia Tbk mengenai penjualan saham oleh FFH kepada DBS.

"Pencabutan suspensi Efek BDMN ini dilakuka di seluruh Pasar," ucap Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI Umi Kulsum.

Tak lama berselang, saham BDMN melesat 25% ke level Rp 5.750, dari periode sebelumnya Rp 4.600. Hingga pukul 15.00, saham perseroan tak terbendung untuk melaju. Posisi saham perseroan kini bergerak di kisaran Rp 6.450, naik Rp 1.850 (40,22%) dari posisi sebelum suspensi.

"Wajarlah kalau saat pembukaan itu harga pasti menyesuaikan dengan harga akuisisi (Rp 7.000). Apalagi mekanismenya saat harga pembukaan tersebut terdapat dua room yang memungkinkan terjadinya kenaikan," tuturnya.

"Kan awalnya dibuka ada yang namanya pre opening dan disitu terjadi kenaikan. Lalu setelah itu bisa naik lagi setelah masuk pre opening untuk ke pasar reguler," pungkasnya.

(wep/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads