Menurutnya, perusahaan ini harus tetap menjaga marjin rendah karena tujuan awalnya untuk membantu masyarakat yang kesulitan dana. Dahlan lebih sering menyebut kepepet.
Di sisi lain, saat BUMN menjadi perusahaan publik yang sahamnya sebagian dimiliki masyarakat, tentu harus menjaga keuntungan agar investor tetap melirik saham Pegadaian. Ini menjadi kontradiktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan-jangan nanti itu berarti suku bunganya harus naik. Terus yang akhirnya menyusahkan orang yang sangat membutuhkan. Orang itu kalau nggak kepepet itukan nggak akan ke Pegadaian.
Pandangan bos media Jawa Pos ini adalah, jangan sampai Kementerian BUMN memanfaatkan orang yang kepepet secara berlebihan.
(wep/ang)










































