Berdasarkan data statistik Reksa Dana Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), seperti dikutip detikFinance, Sabtu (7/4/2012), terdapat penurunan NAB sekitar Rp 945 miliar. Pada triwulan I-2012 reksa dana mencatat nilai investasi Rp 166,751 triliun.
Jumlah unit reksa dana di Maret mencapai 100,968 miliar, juga mengalami penurunan dari periode Februari 101,285 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua umum Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto pun meyakini investasi reksa dana 2012 akan kembali tumbuh dikisaran 20%. Pertumbuhan ini terjadi jika kondisi krisis Eropa membaik, sehingga pundi-pundi dana investasi jenis ini bertambah tebal.
"Indonesia bagus, namun harus lihat juga Eropa. Karena Eropa punya peran akan naik turunnya indeks. Kalau (krisis) Eropa berjalan soft maka hasilnya baik. Untuk dana kelolaan, kalau Eropa seperti yang diharapkan maka akan tumbuh 15%-20%," jelas Abiprayadi.
(wep/dnl)











































