Direktur MYOR David W Atmadja menjelaskan, ada dua surat utang yang diterbitkan. Obligasi IV senilai Rp 500 miliar, dan sukuk Mudharabah II sebesar Rp 250 miliar. Obligasi IV bertenor 7 tahun dengan bunga 8,25-9,25%.
Ia menambahkan, bunga dibayar setiap triwulan. Jatuh tempo obligasi terakhir tercatat 8 Mei 2019. Sementara sukuk Mudharabah II berjangka waktu 5 tahun, dengan bunga sebesar 7,75-9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas penerbitan surat utang tersebut, perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.
Hasil obligasi ini akan digunakan untuk pengembangan pabrik biskuit dan sarana pendukung pabrik di Tangerang. Sisa dana obligasi, dialokasikan untuk pembiayaan aktiva rutin untuk divisi MYOR yakni divisi wafer, coklat, dan candy.
Perseroan juga berencana mengembangakan pabrik pengolahan biji coklat pada entitas anak yakni PT Kakao Mas Gemilang yang berlokasi di Tangerang. Dua proyek ini akan selesai akhir 2013.
(wep/ang)











































