Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito menjelaskan kelima perusahaan tersebut adalah PT Toba Bara Sejahtera, PT Global Teleshop, PT Kobexindo Tractors, PT MNC Skyvision, dan PT Asuransi Mitra Maparya. "Yang masih ada di Bursa lima. Belum semuanya mini expose," ucap Eddy usai listing Bekasi Fajar Industrial Estate di Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Ia menjelaskan, Toba Bara akan menawarkan saham 20% kepada publik. Sebagai penjamin emisi, Toba menunjuk PT Mandiri Sekuritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eddy, Global Teleshop juga siap menawarkan 20% saham kepada publik. Sebagai penjamin emisi, perseroan menunjuk Lautandana Sekurindo dan Equator Securities. Sementara Kobexindo menawarkan saham kepada publik lebih besar, 30%. Tiga sekuritas telah ia tunjuk sebagai penjamin emisi, yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Valbury Asia Securities, dan PT Lautandhana Securindo.
"Kobexindo nilainya tidak sampai Rp 1 triliun," tegas Eddy. Kobexindo merupakan perusahaan distribusi alat berat untuk pertambangan, infrastruktur dan konstruksi gedung.
MNC Skyvision diketahui juga tengah memproses IPO. Dengan 20% saham yang ditawarkan, perseroan menunjuk MNC Securities sebagai underwriter. "Untuk Asuransi Mitra Maparya, penjamin emisinya Kresna (Securities). Ia melepas saham sekitar 30%," tegasnya.
Sementara dua calon emiten, Supra Boga Lestari dan Trisula Internasional, telah mendapat pre appoval dari BEI. Selanjutnya dokumen masuk ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Supra Boga Lestari merupakan pengelola ritel Ranch Market dan Farmers Market. Perseroan menargetkan dana Rp 300 miliar dari proses IPO.
Khusus Trisula Internasional diketahui telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai underwiter. Rencananya Trisula menjajakan saham 30% kepada publik.
(wep/ang)











































