Pergerakan nilai tukar rupiah selama triwulan I-2012 mengalami pelemahan. Rupiah secara point-to-point melemah sebesar 0,83% ke level Rp 9.144 per dolar AS. Secara rata-rata rupiah melemah 1,03% (qtq) menjadi Rp 9.066 per dolar AS.
"Pelemahan tersebut diikuti dengan volatilitas yang meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (12/4/2012).
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah antara lain berasal dari penyesuaian portofolio investor asing akibat pengaruh sentimen global dan ekspektasi inflasi yang meningkat di dalam negeri, di samping permintaan valas yang cenderung meningkat seiring dengan kuatnya impor, termasuk impor migas untuk konsumsi BBM di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI juga mencatat transaksi modal dan keuangan diprakirakan masih mengalami surplus yang cukup besar ditopang oleh aliran investasi langsung dan portofolio. Sementara itu, cadangan devisa sampai dengan akhir Maret 2012 masih cukup besar, mencapai US$ 110,5 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. (dru/dnl)










































