Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.180 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.160 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 4,974 poin (0,12%) ke level 4.134,987 dibantu penguatan bursa saham regional dan global. Investor masih menunggu pengumuman tingkat suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 9,791 poin (0,23%) ke level 4.139,804 akibat perburuan investor di saham-saham murah. Investor asing masih belum terlalu bersemangat dalam berdagang.
Setelah sempat naik cukup tinggi, indeks terkena koreksi di perdagangan sesi II. Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di levl 4.120,374.
Menutup perdagangan, Kamis (12/4/2012), IHSG ditutup naik tipis 9,527 poin (0,23%) ke level 4.139,540. Sementara Indeks LQ 45 ditutup menguat tipis 1,049 poin (0,14%) ke level 709,257.
Aksi beli jelang penutupan berhasil membawa indeks kembali ke zona hijau. Padahal sebelumnya indeks sudah melemah akibat aksi jual di saham-saham berbasis komoditas.
Koreksi saham-saham tambang menyeret IHSG melemah, untungnya saham-saham properti naik cukup tinggi sehingga memberi dorongan untuk menguat. Aksi beli banyak dilakukan investor lokal.
Sementara investor asing kembali mengambil untung. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 162,592 miliar di seluruh pasar.
BI kembali menahan suku bunga acuannya alias BI Rate di posisi 5,75%. Bank sentral memandang BI Rate masih sesuai dengan sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Konsentrasi para pelaku pasar masih terpusat ke krisis utang Eropa yang kembali muncul. Imbal hasil surat utang (yield) Italia pada lelang hari ini sudah naik cukup tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 157.567 kali pada volume 10.503 juta lot saham senilai Rp 4,88 triliun. Sebanyak 161 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 102 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional berhasil kompak sejak pagi hingga penutupan perdaganga. Bahkan, penguatannya semakin signifikan, rata-rata sekitar satu persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 41,94 poin (1,82%) ke level 2.350,86. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 186,65 poin (0,93%) ke level 20.327,32. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 66,05 poin (0,70%) ke level 9.524,79. Â
- Indeks Straits Times bertambah 34,57 poin (1,17%) ke level 2.981,01. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 1.050 ke Rp 17.850, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 18.550, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 18.900, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 73.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.600 ke Rp 12.900, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 1.400 ke Rp 5.700, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 18.950, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 42.900.
(ang/dru)











































