Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 10 poin akibat aksi jual yang dilakukan investor lokal dan asing. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menipis 6,570 poin (0,16%) ke level 4.152,707 terseret arus negatif pasar saham Asia. Kekhawatiran atas krisis Eropa kembali muncul akibat tingginya yield surat utang Italia dan Spanyol.
Indeks bergerak fluktuatif dengan rentang yang tipis. Indeks pun sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.142,125 namun juga sempat naik ke 4.164,485.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham berbasis finansial berhasil menguat dan menjadi penopang bursa pada perdagangan hari ini. Sayangnya, delapan sektor terkena koreksi sehingga menyeret indeks ke zona merah.
Saham-saham properti yang sudah naik tinggi mulai kena tekanan jual. Indeks sektor properti turun 1,36%, memimpin koreksi pasar saham.
Aksi jual tak hanya dilakukan investor lokal, tetapi asing juga tak mau ketinggalan. Pemodal asing hingga siang ini sudah membukukan penjualan bersih meski nilainya masih tipis.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 55.400 kali pada volume 3,741 juta lot saham senilai Rp 1,742 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 159 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih terpuruk di teritori negatif dengan pasar saham Jepang memimpin pelemahan. Sentimen negatif AS dan Eropa membuat bursa Asia tak berkutik.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 5,17 poin (0,22%) ke level 2.353,99.
- Indeks Hang Seng melemah 142,01 poin (0,69%) ke level 20.559,03.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 124,61 poin (1,29%) ke level 9.513,38.
- Indeks Straits Times menipis 0,70 poin (0,02%) ke level 2.987,12.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 700 ke Rp 17.800, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 575 ke Rp 5.550, Sinarmas (SMMA) naik Rp 575 ke Rp 4.000, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 59.550.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 750 ke Rp 73.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 30.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 41.300, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 225 ke Rp 2.500.
