Hal ini ditegaskan Direktur Utama BEI Ito Warsito di kantornya, Jakarta, Senin (16/4/2012). "IDX-30 yang pasti akan diluncurkan pada 23 April mendatang," ucap Ito.
IDX-30 nyaris mirip dengan Indeks LQ-45 yang menampilkan saham-saham terbaik dari sisi likuiditas dan kapitalisasi. Harapannya IDX-30 akan menjadi benchmark bagi pelaku pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ito juga menyampaikan terjadi pergerakan positif pada Indeks Saham Syariah (ISSI) yang tahun lalu BEI terbitkan. Sejak 12 Mei 2011 laju ISSI tak kuasa naik. Bahkan sejak awal tahun ini, ISSI naik 10,97%. Pertumbuhan ISSI berhasil mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya tumbuh 8,82% (year-to-date).
"Memang tergantung bobot saham yang tengah naik dan juga turun. Tidak bisa disebut juga kalau saham ISSI lebih menarik dibandingkan saham non syariah," tegas Ito.
Berdasarkan catatan BEI dalam situsnya, ari 443 emiten terdapat di pasar modal, 253 diantarnya masuk indeks ISSI. Indeks ini jauh lebih mewakili emiten dengan kinerja berbasis syariah dibandingkan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang sebelumnya telah meluncur.
Total kapitalisasi saham-saham syariah mencapai Rp 3.709 triliun. Saham syariah mewakili 80% dari total kapitalisasi pasar BEI atau IHSG yang mencapai Rp 4.100 triliun. Kapitalisasi ISSI Rp 2.192 triliun. Sedangkan market cap JII Rp 1.517,8 triliun
(wep/ang)











































