Beberapa analis menilai sahamnya masih akan meluncur setelah sempat menembus posisi tertingginya US$ 644 pada perdagangan 10 April lalu. Apakah sahamnya sudah masuk tren melemah?
Tim dari Fast Money sudah melakukan berbagai riset, dan akhirnya menemukan lima alasan mengapa koreksi itu terjadi. Berikut lima alasan itu seperti dikutip dari CNBC, Selasa (17/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data terakhir menujukkan penjualan Macintosh di triwulan II-2012 bisa meleset dari target yang sudah Apple tentukan awal tahun ini.
2. Penjualan New iPad mengecewakan
Brian Blair dari Wedge Partners memberi peringatakan kepada perusahaan yang didirikan almarhum Steve Jobs itu bahwa, "Penjualan iPad tidak akan semulus yang diperkirakan pasar."
3. Selisih keuntungan mulai menyempit
Analis Walter Piecyk dari BTIG mengatakan kepada Fast Money, ia meragukan operator seluler akan terus memberikan subsidi terhadap pembelian iPhone baru, sehingga lambat laun akan mengurangi selisih marjin laba.
4. Sudah jenuh beli
Analis BGC,Colin Gillis, menilai saham Apple sudah jenuh beli. "Saham Apple banyak dikuasai perusahaan investasi, jika penjualan iPhones dan iPad mengecewakan, anda akan mulai melihat mereka mulai melepas sahamnya," kata dia.
5. Berada di bawah garis bagan
Saham Apple sudah berada di bawah garis 20-DMA pada perdagangan Jumat pekan lalu, pertama kalinya sejak 19 Desember 2011.
Meski analis Fast Money mengakui semua yang disebutkan di atas merupakan prediksi yang akan menjadi sentimen negatif terhadap saham Apple, tapi bukan berarti saham Apple termasuk saham jelek yang sudah mandek.
(ang/dnl)











































