Bursa Regional Melesat, IHSG Cuma Naik 8 Poin

Bursa Regional Melesat, IHSG Cuma Naik 8 Poin

- detikFinance
Rabu, 18 Apr 2012 16:10 WIB
Bursa Regional Melesat, IHSG Cuma Naik 8 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mampu naik tipis poin 8 poin di tengah melesatnya bursa-bursa Asia. Saham-saham tambang blue chip menjadi pendorong pasar modal.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.170 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 14,901 poin (0,35%) ke level 4.172,266 membuntuti penguatan Wall Street semalam. Krisis utang Eropa sedikit reda setelah imbal hasil obligasi Spanyol menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek sentimen positif dari global dan regional tersebut hanya sebentar saja. Setelah mendaki ke posisi tertingginya di 4.185,208 indeks langsung melambat, bahkan sempat terpleset ke zona merah di 4.151,261.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,102 poin (0,09%) ke level 4.161,467 berkat penguatan saham-saham tambang. Aksi ambil untung banyak dilakukan terhadap saham-saham lapis dua.

Tak butuh waktu lama berada di zona merah, dengan adanya aksi beli di saham-saham tambang, indeks pun langsung kembali ke teritori positif. Aksi beli juga bertambah banyak mendekati penutupan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (18/4/2012), IHSG ditutup bertambah 8,872 poin (0,21%) ke level 4.166,237. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik tipis 1,434 poin (0,20%) ke level 710,435.

Saham-saham tambang diburu dan memimpin penguatan di pasar saham. Sayangnya, banyak aksi ambil untung di saham-saham lapis dua yang kemarin sudah naik tinggi.

Indeks sektor aneka industri terkena koreksi paling tajam hari ini, diikuti sektor industri dasar dan agrikultur. Mayoritas indeks sektoral berhasil mencetak poin.

Investor asing mulai bersemangat dan menguasai perdagangan di sesi II, tapi sayang dana asing kembali keluar dari lantai bursa. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 139,529 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 150.025 kali pada volume 10,958 juta lot saham senilai Rp 5,498 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia melaju makin kencang di zona hijau atas maraknya sentimen positif. Langkah IMF menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia juga memberikan angin segar bagi para pelaku pasar.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 45,86 poin (1,96%) ke level 2.380,85.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 218,42 poin (1,06%) ke level 20.780,73.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 202,55 poin (2,14%) ke level 9.667,26.  
  • Indeks Straits Times menguat 12,07 poin (0,40%) ke level 2.998,66.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.400 ke Rp 20.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 41.900, United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 31.400, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 475 ke Rp 2.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 57.600, Indomobil (IMAS) turun Rp 800 ke Rp 17.100, Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 3.500, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 73.850.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads