Bergerak Fluktuatif, IHSG Akhirnya Menguat 17 Poin

Bergerak Fluktuatif, IHSG Akhirnya Menguat 17 Poin

- detikFinance
Jumat, 20 Apr 2012 16:08 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Akhirnya Menguat 17 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 17 poin berkat aksi beli menjelang penutupan setelah seharian bergerak fluktuatif. Pergerakan indeks masih dibayangi krisis utang Eropa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 9.180 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.185 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 3,399 poin (0,08%) ke level 4.167,115 meski dibayangi kekhawatiran krisis utang Eropa dan melemahnya bursa Asia. Pelaku pasar masih berhati-hati sambil lakukan aksi beli selektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Investor masih belum bersemangat karena situasi ekonomi dunia yang belum kondusif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 0,176 poin (0,01%) ke level 4.163,892 kibat aksi wait and see yang dilakukan investor. Minimnya sentimen negatif membuat indeks konsolidasi dulu.

Pergerakan indeks masih fluktuatif memasuksi perdagangan sesi sore. Indeks sempat jatuh ke posisi terendah di 4.159,039, tapi juga pernah ke posisi tertingginya di 4.173,310.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/4/2012), IHSG ditutup menguat 17,652 poin (0,42%) ke level 4.181,368. Sementara Indeks LQ 45 naik 4,086 poin (0,57%) ke level 713,063.

Saham-saham berbasisi komoditas dan perdagangan terkena aksi ambil untung dan menjadi pemberat bursa. Sedangkan saham-saham konsumer banyak diburu investor.

Indeks dibayangi krisis utang Eropa dan melemahnya Wall Street sejak pagi tadi sehingga bergerak fluktuatif. Untungnya, aksi beli saham jelang penutupan berhasil mendorong indeks ke zona hijau meski tidak banyak cetak poin.

Penguatan kali ini dibantu juga oleh aksi beli investor asing. Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 151,307 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 124.565 kali pada volume 11,007 juta lot saham senilai Rp 4,209 triliun. Sebanyak 168 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Meski dibayangi kekhawatiran krisis utang Eropa, bursa saham China mampu menguat lebih dari satu persen, sementara pasar saham Jepang dan Singapura belum berhasil menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 28,23 poin (1,19%) ke level 2.406,86.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 15,63 poin (0,07%) ke level 21.010,64.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 27,02 poin (0,28%) ke level 9.561,36.
  • Indeks Straits Times turun 6,92 poin (0,23%) ke level 3.001,29.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 150.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 58.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 550 ke Rp 73.300, dan Indosprings (INDS) naik Rp 550 ke Rp 6.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 1.000 ke Rp 148.000, Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 16.500, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 275 ke Rp 4.025, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 250 ke Rp 6.000.
(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads