"Setelah ini kami siap dengan indeks infratruktur. Bulan depan launching," kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Frederica Widyasari di kantornya, Senin (23/4/2012).
Pihaknya tengah menyusun kriteria daftar saham-saham infrastruktur yang nantinya masuk ke indeks tersebut. Dalam menyusun saham-saham infratruktur, BEI bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Regulator tidak menargetkan tertentu. yang penting, jika ada potensi ingin masuk, maka kami siapkan segala sesuatu agar market kita dipercaya," tutur Nurhaida.
Peluncuran IDX-30 bahkan menurut Frederica, akan disukai Manajer Investasi. Bahkan bisa saja indeks ini mengalahkan LQ-45 yang lebih dulu eksis. "Kalau LQ-45 itu susah. Kalau IDX-30 relatif stabil. Hingga relatif disengani MI," papar Kiki.
Berdasarkan rilis BEI, Senin (23/4/2012), kriteria dasar keanggotaan IDX-30 adalah aktivitas transaksi seperti nilai transaksi, frekuensi dan jumlah hari transaksi, serta kapitalisasi pasar. Pemilihan komponen IDX-30 pun memperhatikan aspek-aspek kualitatif seperti kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, serta faktor-faktor lain yang terkait usaha perusahaan.
BEI akan melakukan peninjauan rutin atas komponen pembentuk IDX-30 setiap 6 bulan. Yakni awal Februari dan Agustus setiap tahunnya. Metode perhitungan IDX-30 sama dengan metode perhitungan indeks-indeks lain yang ada di BEI. Diantaranya pembobotan berdasarkan market capitalization weighted average.
(wep/ang)











































