Untuk itu, Dahlan sepakat memberi bantuan Rp 10 juta per bulan. Dana ini digunakan untuk membiayai kehidupan pak Raden yang tak punya istri dan anak.
"Kelihatannya pak Raden juga tidak terlalu banyak memerlukan biaya yang aneh-aneh begitu. Karena beliau itu tidak ada istri, anak, sehingga relatif mungkin yang sangat dibutuhkan itu adalah bagaimana pengobatan," ucap Dahlan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (23/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal royalti atas karakter si Unyil, Dahlan mengaku mengikuti proses hukum saja. Terlebih beberapa tahun lalu pak Raden telah menyerahkan 'hak cipta' si Unyil ke BUMN Perfilman, Perum Produksi Film Nasional (PFN).
"Yang sulit pak Raden itu sudah menandatangani surat pernyataan hak cipta nya itu kepada PSN, itu yang sulit. Saya sih ikut saja. Kalau hukum mengatakan harus balik, ya balikkan. Kalau hukum mengatakan tidak boleh balik, ya.. bagaimana lagi," paparnya.
(wep/ang)










































