Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 9.185 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.180 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 2,809 poin (0,06%) ke level 4.178,559. Indeks bergerak fluktuatif cenderung melemah mengikuti arus pasar Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 4,473 poin (0,10%) ke level 4.185,841 sendirian diantara koreksi yang terjadi di bursa-bursa Asia. Indeks kembali mendekati level 4.200.
Setelah sentimen negatif datang, aksi jual tak terbendung lagi. Indeks pun langsung meluncur tajam ke posisi terendahnya hari ini di 4.130,849.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (23/4/2012), IHSG ambles 25,877 poin (0,62%) ke level 4.155,491. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,514 poin (0,64%) ke level 708,549.
Saham-saham konsumer, agrikultur, dan infrastruktur masih mencoba menahan indeks untuk bertahan di zona hijau, namun sayang terlalu banyak aksi jual yang terjadi di saham-saham tambang berkapitalisasi besar.
Hasilnya, indeks terjebak di zona merah. Belum lagi ditambah dengan aksi ambil untung di saham-saham lapis dua yang kemarin sempat menguat.
Investor asing yang pagi tadi membeli bersih kini balik arah menjadi jual bersih (foreign net sell). Nilainya tidak besar, sebesar Rp 66,253 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 149.402 kali pada volume 11,571 juta lot saham senilai Rp 4,263 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 206 saham turun, dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional juga turut terkena sentimen dari Eropa tersebut. Koreksi langsung terjadi dan akhirnya seluruh pasar modal regional terjebak di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 18,28 poin (0,76%) ke level 2.388,59. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 386,25 poin (1,84%) ke level 20.624,39. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 19,19 poin (0,20%) ke level 9.542,17. Â
- Indeks Straits Times ambles 34,03 poin (1,14%) ke level 2.960,45.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 59.650, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 151.000, SMART (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 6.500, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 350 ke Rp 5.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.100 ke Rp 72.200, Mandom (TCID) turun Rp 750 ke Rp 8.250, Bayan (BYAN) turun Rp 700 ke Rp 15.800, dan Century Textille (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 13.000.
(ang/dnl)











































