Bakrie Bantah Ada Ancaman Gagal Bayar Utang

Bakrie Bantah Ada Ancaman Gagal Bayar Utang

- detikFinance
Senin, 23 Apr 2012 17:40 WIB
Bakrie Bantah Ada Ancaman Gagal Bayar Utang
Jakarta - PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) membantah kabar dari luar negeri yang menyatakan perseroan sedang terancam situasi gagal bayar alias default. Credit Suisse selaku fasilitator pinjaman hanya meminta tambahan agunan saham atau top up karena situasi pasar yang kurang baik.

"Kami klarifikasi bahwa tidak ada pinjaman BNBR yang dalam posisi default saat ini. Isu yang mengatakan demikian jelas tidak akurat," ujar Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar dalam pesan elektronik yang diterima detikFinance, Senin (23/04/2012).

Menurut Bobby, perseroan tidak menerima surat pemberitahuan ancaman default dari Credit Suisse, melainkan permintaan tambahan jaminan saham atas pinjaman berjalan BNBR kepada Credit Suisse.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kreditor meminta tambahan agunan saham karena pasar saham di Inggris sedang memburuk. Dalam hal ini pun, walaupun BNBR bertindak sebagai peminjam, kami tidak berkewajiban untuk menyediakan top up, sehingga sebetulnya ini bukan masalah besar. Kepanikan yang terjadi lebih disebabkan adanya kesalahan interpretasi saja atas permintaan top up tersebut," katanya.

Kabar yang beredar mengatakan, BNBR saat ini tengah dalam proses untuk menyelesaikan utang kepada Credit Suisse tersebut. BNBR dikatakan tengah dalam pembahasan intensif dengan 2 investor strategis untuk melakukan kerjasama strategis.

Sebelumnya, beredar kabar salah satu usaha Grup Bakrie itu tengah dalam kondisi default atas pinjaman kepada Credit Suisse senilai US$ 437 juta, dipicu pemberitaan dari Financial Times. Kabar ini sempat membuat pelaku pasar panik yang menyebabkan sejumlah saham grup Bakrie dilanda aksi jual.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads