Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 5,860 poin (0,14%) ke level 4.161,351 terbantu sentimen positif dari pasar Asia. Kabar negatif dari Eropa masih menyelimuti IHSG.
Posisi tertinggi yang bisa didaki indeks hari ini di level 4.137,737. Setelah menembus level tersebut, indeks langsung ambles ke zona merah akibat aksi jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melemahnya pertumbuhan ekonomi China ditambah dengan krisis utang Eropa membuat investor di Asia was-was, termasuk para pelaku pasar di dalam negeri. Aksi jual langsung terjadi secara berbarengan di regional.
Aksi jual banyak terjadi di saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri. Sementara saham-saham konsumer berhasil menguat cukup tinggi meski gagal menahan indeks di zona hijau.
Tak hanya pelaku pasar lokal, pemodal asing juga masih belum bersemangat dalam bertransaksi. Nilai transaksi asing masih belum tinggi, hingga siang ini sudah melakukan penjualan bersih dengan nilai tipis.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 75.916 kali pada volume 6,138 juta lot saham senilai Rp 1,889 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 103 saham stagnan.
Akibat aksi jual itu, bursa-bursa di Asia akhirnya balik arah ke zona merah, padahal pagi tadi masih banyak yang menguat. Pasar saham Jepang melemah paling tinggi hari ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 33,42 poin (1,40%) ke level 2.355,17. Â
- Indeks Hang Seng turun 65,29 poin (0,32%) ke level 20.559,10. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 89,72 poin (0,94%) ke level 9.452,45. Â
- Indeks Straits Times terkoreksi 8,87 poin (0,30%) ke level 2.971,22. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 42.250, Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 8.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 59.950, dan Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 19.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 4.000 ke Rp 41.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 ke Rp 71.350, Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 18.550, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 18.750.
(ang/dru)











































