Saham produsen iPad yang sempat menanjak 6% di siang hari itu akhirnya berbalik arah sebelum penutupan perdagangan menjadi terkoreksi 2% ke level US$ 560,28 per lembar. Pasalnya, kinerja keuangan tiga bulan pertama tahun ini meleset dari prediksi Wall Street.
Saham perusahaan paling terkenal di dunia itu sudah jatuh secara perlahan sejak pekan lalu telah mencapai posisi tertingginya. Sepanjang tahun ini, saham Apple sudah menanjak 38%, tapi bandingkan dengan bulan lalu yang sudah naik 60%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam musim laporan keuangan kali ini, rata-rata emiten mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dari prediksi. Sebanyak tiga perempat dari 153 perusahaan di S&P 500 sudah mencatat laba lebih tinggi dari estimasi.
"Laporan kinerja perusahaan-perusahaan AS cukup kuat. Sentimen negatif masih jadi perhatian investor, tapi positifnya kinerja (emiten) bisa memberi dukungan," kata Natalie Trunow, Kepala Investaso dari Calvert Investment Management di Bethesda, Maryland, dilansir dari Reuters, Rabu (25/4/2012).
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones bertambah 74,39 poin (0,58%) ke level 13.001,56. Indeks Standard & Poor's 500 naik 5,03 poin (0,37%) ke level 1.371,97. Tetapi Indeks Komposit Nasdaq menipis 8,85 poin (0,30%) ke level 2.961,60.
(ang/ang)











































