Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 28 poin akibat aksi beli di saham-saham unggulan berkapitalisasi besar. Indeks siap kembali nongkrong di level 4.200.
Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 5,424 poin (0,13%) ke level 4.169,067 menyerap sentimen positif Wall Street setelah The Fed berencana memberikan stimulus demi perekonomian AS. Indeks juga disemangati pasar Asia.
Investor langsung memburu saham-saham blue chip yang sudah murah. Indeks pun langsung melambung cukup tinggi di zona hijau, sampai ke posisi tertingginya hari ini di 4.199,667.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stimulus yang akan diberikan The Fed terhadap ekonomi AS menyemangati para pelaku pasar. Saham-saham yang kemarin terkena koreksi kini mulai balik arah ke zona hijau.
Saham-saham bank memimpin penguatan dengan tumbuh lebih dari 1,5%, tapi laju indeks sedikit tertahan dengan adanya aksi jual di saham-saham berbasis komoditas.
Investor asing kembali agresif, tak hanya dal volume perdagangan, tapi hingga siang ini sudah melakukan pembelian bersih dalam nilai yang cukup tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 87.903 kali pada volume 6,401 juta lot saham senilai Rp 3,259 triliun. Sebanyak 127 saham naik, sisanya 111 saham turun, dan 104 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di regional belum banyak berubah hingga siang ini, masih bergerak mixed dalam rentang yang tipis. Penguatan indeks menjadi yang paling tinggi di Asia.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 4,98 poin (0,21%) ke level 2.401,83.
- Indeks Hang Seng menguat 105,93 poin (0,51%) ke level 20.752,22.
- Indeks Nikkei 225 turun 26,92 poin (0,28%) ke level 9.534,09.
- Indeks Straits Times menipis 3,47 poin (0,12%) ke level 2.976,31.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 60.150, BCA (BBCA) naik Rp 300 ke Rp 8.250, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 12.250, dan Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 18.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 525 ke Rp 2.175, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 21.500, Indosprings (INDS) turun Rp 250 ke Rp 6.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 18.300.
