Menurut Dahlan, sebelumnya ia sengaja menawarkan saham GIAA tersebut ke lima pengusaha nasional supaya tidak jatuh ke tangan asing.
"Saya bersyukur kalau ada di antara lima perusahaan nasional tersebut yang berminat dan harganya cocok dengan kebijakan korporasi masing-masing perusahaan," kata Dahlan dalam pesan singkat kepada detikFinance, Kamis (26/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersyukur siapa pun di antara lima perusahaan nasional tersebut yang memberikan tawaran terbaik. Saya dengar CT memberikan tawaran terbaik di antara tawaran yang masuk," ujarnya.
Selain saham Garuda akan diambil oleh pengusaha nasional, akhirnya tiga sekuritas BUMN yang selama ini memegang sisa saham tak laku tersebut pun bisa terbebas dari kerugian. Mereka adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
"Tiga perusahaan sekuritas keluarga BUMN selama ini mengalami kerugian besar gara-gara memegang saham perdana Garuda tersebut. Saya serahkan sepenuhnya kepada tiga korporasi tersebut untuk memutuskan yang terbaik bagi perusahaan," tutupnya.
Seperti diketahui, usai periode penawaran saham perdana Garuda, terdapat sisa saham 3.008.406.725 lembar yang tidak terserap investor, dengan nilai Rp 2,256 triliun. Ketiganya terpaksa menyerap saham Garuda dengan porsi berimbang dan kini seluruhnya memiliki kepemilikan 8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Garuda.
(ang/dnl)











































