Penjualan di Eropa Merosot, Laba Starbucks Tetap Naik

Penjualan di Eropa Merosot, Laba Starbucks Tetap Naik

- detikFinance
Jumat, 27 Apr 2012 14:17 WIB
Penjualan di Eropa Merosot, Laba Starbucks Tetap Naik
Jakarta - Starbucks melaporkan adanya peningkatan laba di triwulan pertama 2012, meski penjualan di cabang-cabang Starbucks merosot akibat melemahnya perekonomian Eropa. Kinerja sahamnya juga ikut melorot.

Penjualan outlet Starbucks yang sudah buka minimal 13 bulan mengalami penurunan 1% di Eropa, Timur Tengah dan Afrika selama triwulan pertama 2012. Sebaliknya, penjualan outlet Starbucks di Amerika malah naik 8%, begitu juga di China/Asia Pasifik mengalami kenaikan 18%.

Seperti dilansir dari CNBC (27/4/2012), imbas dari kenaikan laba bersih Starbucks sebanyak hampir 19% atau US$ 309,9 juta (Rp 2,82 triliun) harga saham Starbucks pun mengalami kenaikan. Per 1 April 2012, harga saham Starbucks naik dari US$ 0,34 (Rp 3,094) jadi US$ 0,40 (Rp 3,640) per lembarnya. Kenaikan laba didukung oleh pendapatan Starbucks yang meningkat 15% menjadi US$ 3,2 miliar (Rp 29,12 triliun).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

โ€œAwal tahun ini merupakan puncak beban produksi karena tingginya harga biji kopi dan komoditas lainnya. Hingga akhir 2012, beban komoditas masih akan memangkas profit perusahaan hingga sekitar US$ 500 juta (Rp 4,55 triliun). Namun, yang terpenting adalah kami sudah memenuhi target pendapatan,โ€ kata CFO Starbucks, Troy Alstead kepada CNBC.

Menurutnya, sudah ada solusi untuk mengatasi tingginya harga-harga bahan baku tersebut. Starbucks juga menargetkan pertumbuhan pendapatan melalui dibukanya 1000 outlet baru.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads