Ini Komentar Dahlan Iskan Soal Perombakan Direksi Garuda

Ini Komentar Dahlan Iskan Soal Perombakan Direksi Garuda

- detikFinance
Senin, 30 Apr 2012 11:28 WIB
Ini Komentar Dahlan Iskan Soal Perombakan Direksi Garuda
Jakarta - PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk (Garuda) merombak jajaran direksi dan komisarisnya. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), ditetapkan 8 direksi baru, termasuk Emirsyah Satar tetap menjabat sebagai Direktur Utama.

Hal tersebut diakui Menteri BUMN Dahlan Iskan merupakan berita yang menghebohkan. Lalu apa komentarnya?

"Selain ramai penjualan sisa saham Garuda, ternyata ini (pergantian direksi) pun rupanya juga heboh turunan. Bahkan pergantian direksi Garuda beberapa tahun lalu juga memang bisingnya melebihi mesin 737-200," ungkap Dahlan dalam keterangan tertulis seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Senin (30/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap pergantian direksi, Dahlan mengakui memang akan selalu muncul pertanyaan mengapa si A dipilih dan mengapa si B tidak. Padahal, sambung Dahlan keduanya sama-sama hebat.

"Tentu yang terbaik adalah semua calon yang terbaik itu duduk di dalam satu tim direksi. Itu akan menjadi tim yang kuat," tutur Dahlan.

Namun ada kalanya tidak semua orang hebat bisa duduk bersama-sama dalam satu tim yang hebat. Dahlan mengatakan jika memang dipaksakan pun hasilnya bisa tidak baik.

"Orang Surabaya sering bergurau begini soto yang paling enak dicampur dengan rawon yang paling enak rasanya justru jadi kacau," kata Dahlan mengibaratkan.

Para 'bintang' tersebut yang dipaksakan bergabung dalam satu tim belum tentu bisa memenangkan tujuan. Bahkan bisa saja justru terjadi perang bintang di dalam tim itu.

"Setidaknya bisa terjadi perang dingin di bawah selimut. Energi terlalu banyak terbuang untuk perang bintang (yang kelihatan maupun yang tersembunyi). Bahkan lantaran yang bersitegang itu adalah atasan, bawahan mereka bisa-bisa ikut terbelah," paparnya.

"Dalam hal seperti itu saya mengutamakan terbentuknya sebuah tim yang kompak, serasi, saling melengkapi, dan solid. Toyotomi Hideyoshi bisa menjadi panglima yang menyatukan Jepang di abad ke-16 dengan modal utamanya kekompakan. Bahkan dia sendiri mengakui bukan seorang yang ahli memainkan pedang. Karena itu Hideyoshi mendapat gelar Samurai Tanpa Pedang," imbuh mantan Dirut PLN ini.

Dahlan menegaskan tim direksi Garuda yang baru ini dibentuk dengan semangat itu. Juga dengan semangat menampilkan yang lebih muda. Presiden SBY sangat mendukung konsep pembentukan dream team di setiap BUMN.

Lantas bagaimana dengan orang-orang hebat yang tidak semuanya bisa masuk tim? Dahlan berjanji akan terus mengamati apakah yang tidak terpilih kembali ini memang benar-benar hebat.

"Orang hebat adalah orang yang tetap hebat ketika gagal jadi direksi sekali pun. Orang yang benar-benar hebat adalah mereka yang mementingkan peran melebihi jabatan," kata Dahlan.

"Kini tim baru Garuda Indonesia, dengan Dirutnya yang tetap Emirsyah Satar harus bisa membuat Garuda terbang lebih tinggi. Garuda yang di Singapura kini sudah dipercaya menggunakan Terminal 3 yang mewah, harus tetap kerja, kerja, kerja, dengan kreatif," tukasnya.

Jajaran direksi Garuda yang diputuskan pemegang saham antara lain :


  • Direktur Utama GA: Emirsyah Satar
  • Direktur Layanan: Faik Fahmi
  • Direktur Pemasaran dan Penjualan: Elisa Lumbantoruan
  • Direktur SDM dan Umum: Heriyanto AP
  • Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada: Batara Silaban
  • Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko: Judi Rifajantoro
  • Direktur Operasi: Novianto Herupratomo
  • Direktur Keuangan: Handrito Hardjono
(dru/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads