2004, Bank Pikko Targetkan Peningkatan Kredit Ritel 25%

2004, Bank Pikko Targetkan Peningkatan Kredit Ritel 25%

- detikFinance
Kamis, 12 Agu 2004 16:41 WIB
Jakarta - Hingga akhir tahun 2004, PT Bank Pikko Tbk (BNPK) menargetkan peningkatan pengucuran kredit untuk sektor ritel dan konsumen sebesar 25 persen menjadi Rp 400 miliar. Sedangkan kredit yang disalurkan hingga semester pertama 2004 telah mencapai Rp 332 miliar.Demikian diungkapkan Direktur Kredit dan Pemasaran Bank Pikko, Ridwan Susanto, dalam jumpa pers di Hotel Hilton, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (12/8/2004). Kredit untuk sektor ritel dan konsumen tersebut di antaranya melalui produk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Rumahku, dimana Bank Pikko terus melakukan kerjasama dengan 6 pengembang di antaranya di Jakarta, Palembang dan Surabaya. Selain itu, untuk kredit kendaraan bermotor, Bank Pikko menggandeng 19 perusahaan pembiayaan.Per Juni 2004, Bank Pikko mencatat total aset sebesar Rp 1,3 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp 1,5 triliun dan kredit yang disalurkan Rp 332 miliar. Dengan demikian, rasio kredit terhadap DPK (loan to deposit ratio/LDR) perseroan mencapai 30 persen.Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Pikko mencapai 47 persen, setelah mendapat suntikan dana dari pemegang saham Chinkara Capital Limited sebesar US$ 30 juta. Namun setelah merger dengan Bank Danpac dan Bank CIC, diperkirakan CAR akan berada di kisaran 10-12 persen. Saat ini, Chinkara menguasai 66,7 persen saham Bank Pikko.Mengenai rencana merger, Ridwan menjelaskan, saat ini rancangannya sudah siap, tinggal menunggu penyesuaian teknis. Diharapkan, merger tersebut efektif pada Oktober 2004. Setelah merger, Bank Pikko tetap fokus pada sektor ritel yang tinggal dikombinasikan dengan kedua bank lainnya.Basis konsumen Bank Pikko terbanyak di Palembang, Pangkal Pinang dan Makassar. Sedangkan basis konsumen Bank CIC di Jakarta, Denpasar, Surabaya dan Medan serta Bank Danpac di Jakarta. "Jadi kita bisa saling mendukung dan kita harapkan di cabang-cabang yang sudah ada bisa lebih optimal lagi setelah merger," harapnya.Untuk tahun 2004, tambah Ridwan, diharapkan Bank Pikko mencatat laba bersih karena perseroan mengalami positive spread. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads