Beban Operasi Naik, Laba XL Turun Jadi Rp 667 Miliar

Beban Operasi Naik, Laba XL Turun Jadi Rp 667 Miliar

- detikFinance
Senin, 30 Apr 2012 15:14 WIB
Beban Operasi Naik, Laba XL Turun Jadi Rp 667 Miliar
Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) menderita penurunan laba bersih 11% di triwulan I-2012, menjadi Rp 667,207 miliar dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama Rp 756,052 miliar akibat tingginya beban operasional.

Perusahaan telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan Malaysia mencatat peningkatan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp 4,96 triliun di triwulan pertama 2012 dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Kontribusi utama diperoleh dari pendapatan layanan data yang tumbuh sebesar 71%.

β€œPengguna layanan data kami saat ini mencapai 27,9 juta pelanggan, meningkat 50% dari tahun lalu dan mencakup 60% dari total pelanggan kami. Sedangkan pelanggan Blackberry XL tumbuh 185%,” kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pendapatan dari layanan SMS dan telepon/percakapan tumbuh tipis masing-masing 18% dan 4% di triwulan pertama 2012 ini. Seiring dengan tingginya pengguna layanan data, XL terus menambah jumlah BTS-nya secara nasional untuk penyediaan akses yang lebih baik.

"Dari Januari-Maret 2012, kami sudah berhasil membangun 1,588 Node B dan 871 BTS 2G baru. Sehingga total keseluruhan BTS 2G dan 3G saat ini adalah 30.372 BTS," kata Hasnul.

XL mencatat pembayaran untuk belanja modal sebesar Rp 1,76 triliun di triwulan pertama 2012 dan mempertahankan arus kas positif sebesar Rp 346 miliar.

Ada peningkatan total utang jadi Rp 11,5 triliun dari Rp 9 triliun periode tahun sebelumnya. Tapi posisi keuangan XL tetap sehat dengan rasio Hutang Bersih/Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi sebesar 1,0x dan Hutang/Ekuitas sebesar 0,9x.

Dalam RUPS yang diadakan 29 Maret 2012, telah disetujui pembagian dividen sebesar 35% dari laba bersih 2011. Ini sesuai dengan kebijakan dividen XL yakni minimal 30% dari laba bersih yang dinormalisasi tahun sebelumnya dan perlahan meningkatkan terus rasio pembayarannya.


(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads