Wall Street Tertekan Krisis Utang Spanyol & Data Ekonomi AS

Wall Street Tertekan Krisis Utang Spanyol & Data Ekonomi AS

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 01 Mei 2012 07:59 WIB
Wall Street Tertekan Krisis Utang Spanyol & Data Ekonomi AS
New York - Pasar saham Wall Street melemah akibat krisis utang Spanyol dan lemahnya data ekonomi Amerika Serikat (AS). Wall Street alami koreksi bulanan terdalam tahun ini sepanjang April kemarin.

Indeks S&P terkena koreksi setelah empat hari perdagangan sebelumya menguat secara berturut-turut. Sehingga bisa mengurangi koreksi bulannya menjadi hanya turun 0,8% di April.

Meski demikian, data ekonomi menunjukkan pertumbuhan masih akan melambat di muim panas sehingga membuat pasar saha tidak akan seramai bulan-bulan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah memulai dengan triwulan pertama yang kuat, akhirnya kami kehilangan momentum itu dalam dua minggu terakhir," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, dikutip dari Reuters, Selasa (1/5/2012).

Volume perdagangan menyentuh titik paling sepi tahun ini, hanya 6,1 miliar saham dibandingkan dengan volume rata-rata tahun ini 6,8 miliar. Indeks volatilitas CBOE menanjak 5,1%.

Spanyol melaporkan ekonominya stagnan di triwulan I-2012, membuat negara matador itu masuk kembali ke masa resesi. Pemerintah setempat diminta memangkas anggaran dan mengatur perbankannya lebih baik lagi setelah terkena pemangkasan peringkat.

Saham-saham bank memimpin pelemahan Wall Street menyusul langkah Standard & Poor's memangkas peringkat 11 Spanyol. Sebelumnya peringkat Spanyol sendiri sudah diturunkan.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 14,68 poin (0,11%) ke level 13.213,63. Indeks Standard & Poor's 500 turun 5,45 poin (0,39%) ke level 1.397,91. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 22,84 poin (0,74%) ke level 3.046,36.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads