"Perdagangan saham AirAsia dan Malaysia Airlines akan disuspensi supaya keduanya bisa membereskan masalah tukar saham" kata salah satu petugas pemerintah yang mengetahui rencana tersebut kepada AFP, Selasa (2/5/2012).
Ia mengatakan, perdagangan saham keduanya akan dilanjutkan pada hari Kamis. Sejak menjabat pada tahun 2009, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak punya program ambisius untuk menggenjot ekonomi dan pelayan publik, termasuk menjual saham-saham BUMN yang bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama itu akan memberikan kesempatan kepada CEO AirAsia, Tony Fernandes, yang sudah mulai memimpin maskapai itu sejak hampir sepuluh tahun lalu, melakukan penyelamatan terhadap maskapai milik pemerintah tersebut.
Perusahaan investasi milik negara Malaysia, Khazanah Nasional, yang sebelumnya menguasai 70% saham Malaysia Airlineas akan memegang 10% saham di Tune Air, induk usaha AirAsia setelah dilakukan tukar guling saham.
Akan tetapi, perjanjian tersebut menyulut kontroversi setelah 15.000 serikat pekerja Malaysia Airlines melakukan protes karena duitakutkan akan terjadi pemangkasan pegawai dalam rangka efisiensi.
Dengan makin dekatnya pemilu di pemerintahan, yang diprediksi akan sangat ramai akan tekanan dari pihak oposisi, pemerintah Malaysia sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan tersebut.
Sumber tersebut mengatakan, kedua maskapai akan terus bekerja sama untuk memangkas biaya operasional dengan cara bebagi jasa perawatan pesawat dan pembelian suku cadang pesawat.
(ang/ang)











































