Hal itu diungkapkan CEO Twitter Dick Costolo dalam konferensi Wired Business kemarin, seperti dikutip CNBC, Rabu (2/5/2012).
"Bisnis kami sedang berjalan dengan baik, dan kami membiayai pertumbuhan perusahaan dengan cara yang kami inginkan seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tidak melihat adanya kebutuhan yang mendesak untuk (IPO) itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa duduk di sini untuk memberi jawaban ya atau tidak sedang dalam kondisi bubble, saya tidak tahu dan saya tidak peduli. Saya tidak memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan itu," jelasnya.
Costolo mengatakan, sebanyak 1 miliar tweet dilontarkan oleh para penggunanya setiap 2,5 hari sekali. Angka yang akan sangat menguntungkan jika setiap setiap tweet itu dikenai biaya.
Namun, ia menolak mengkonfirmasi kabar adanya rencana akun premium yang menghendaki penggunanya melakukan pembayaran untuk membuka akun khusus. Tapi ia juga tidak menyangkal bahwa perusahaanya sedang mempertimbangkan hal itu.
(ang/dnl)











































