Menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Fazwar Budjang, perseroan juga menderita rugi kurs Rp 26,7 miliar dan beban usaha yang meningkat 59,3% dibanding triwulan I tahun sebelumnya (yoy).
Ia menambahkan, harga jual baja canai pasan (hot rolled coil/HRC) sepanjang triwulan I-2012 juga mengalami penurunan. Produksi sponge iron dan slab steel juga turun masing-masing 87,8% dan 49,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyampaikan, revitalisasi pabrik Hot Strip Mill telah tuntas tahun lalu hingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dari 2 juta ton per tahun menjadi 2,4 juta ton per tahun.
Selain itu, proyek pengelolaan bijih besi Kalimantan Timur melalui Meratus Jaya & Steel telah menyelesaikan pemasangan rotary klin. Untuk pembangkit listriknya baru 84,3% rampung.
"Untuk pembangunan pabrik blast furnace dan modenisasi fasilitas steel making, pekerjaan dilakukan MCC-CERI dan PT Krakatau Engineering," tuturnya.
"Adapun kontrak EPC, saat ini telah diperoleh persetujuan dari bank. Ditargetkan akan rampung triwulan IV-2014," kata Fazwar.
(wep/dnl)










































