Garuda Siap Jual Saham Aerowisata ke Bursa

Garuda Siap Jual Saham Aerowisata ke Bursa

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 02 Mei 2012 15:49 WIB
Garuda Siap Jual Saham Aerowisata ke Bursa
Jakarta - Selain GMF AeroAsia, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyiapkan anak usaha lain dalam rangka penjualan saham perdana (IPO) yakni PT Aerowisata Catering Services. Tidak disebutkan kepastian IPO dua anak usaha perseroan, pasalnya manajemen GIAA masih menyeleksi penasihat keuangan (financial advisor) untuk mengetahui potensi pasar dari GMF dan Aerowisata.

"Belum bisa dipastikan. Orang belum bisa ngomong suruh jalan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa (3/5/2012).

"Kami sudah berbicara dengan beberapa pihak untuk mencari financial advisor, terkait rencana IPO anak usaha kami," tambah Emirsyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal IPO dua anak usaha bisa dilakukan bersamaan atau satu per satu. Anak usaha terbaik yang akan dipilih untuk ditawarkan kepada publik. Listing anak usaha paling cepat terselanggara tahun 2013.

"Paling lambat pada kuartal I tahun depan. Sekarang kami belum mengetahui berapa pastinya yang akan dilepas," ucap Emir.

Penggunaan dana IPO anak usaha GIAA bukan yang utama dalam pemenuhan permodalan. Dana bisa diperoleh GMF atau Aerowisata dari manajemen Garuda.

Sementara itu, GMF juga menargetkan adanya pertumbuhan tahun ini. Menurut Direktur Utama GMF, Richard Budihadianto, perusahaan bertumbuh seiring dengan bertambahnya pesawat Garuda yang harus ditangani GMF. "Tahun ini, kami akan menambah fasilitas perawatan yaitu engine shop Boeing 737," katanya.

GMF menurut Direktur Utamanya, Richard menyebut perseroan mencatat pendapatan Rp 1,63 triliun, atau naik 7,5% dari tahun lalu. Sementara laba bersih naik 93% menjadi Rp 54,8 miliar di 2011.

Aerowisata, perusahaan katering yang melayani penerbangan Garuda mencatat pendapatan Rp 2,01 triliun naik 26% dari posisi sebelumnyam

"Laba bersih tumbuh 66,3%," tutur Direktur Utama Aerowisata, Alex Maneklaren. Posisi aset keduanya hingga Desember 2011 tercatat masing-masing Aerowisata US$ 198 juta dan GMF US$ 151 juta.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads