"Belum bisa dipastikan. Orang belum bisa ngomong suruh jalan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa (3/5/2012).
"Kami sudah berbicara dengan beberapa pihak untuk mencari financial advisor, terkait rencana IPO anak usaha kami," tambah Emirsyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling lambat pada kuartal I tahun depan. Sekarang kami belum mengetahui berapa pastinya yang akan dilepas," ucap Emir.
Penggunaan dana IPO anak usaha GIAA bukan yang utama dalam pemenuhan permodalan. Dana bisa diperoleh GMF atau Aerowisata dari manajemen Garuda.
Sementara itu, GMF juga menargetkan adanya pertumbuhan tahun ini. Menurut Direktur Utama GMF, Richard Budihadianto, perusahaan bertumbuh seiring dengan bertambahnya pesawat Garuda yang harus ditangani GMF. "Tahun ini, kami akan menambah fasilitas perawatan yaitu engine shop Boeing 737," katanya.
GMF menurut Direktur Utamanya, Richard menyebut perseroan mencatat pendapatan Rp 1,63 triliun, atau naik 7,5% dari tahun lalu. Sementara laba bersih naik 93% menjadi Rp 54,8 miliar di 2011.
Aerowisata, perusahaan katering yang melayani penerbangan Garuda mencatat pendapatan Rp 2,01 triliun naik 26% dari posisi sebelumnyam
"Laba bersih tumbuh 66,3%," tutur Direktur Utama Aerowisata, Alex Maneklaren. Posisi aset keduanya hingga Desember 2011 tercatat masing-masing Aerowisata US$ 198 juta dan GMF US$ 151 juta.
(wep/dru)











































