Demikian disampaikan Direktur Keuangan Telkom, Sudiro Asno dalam acara 'Investor Day' di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (3/5/2012).
"Ini bukan refinancing, tapi angsuran yang jatuh tempo. Total Rp 2,3 triliun-Rp 2,4 triliun. Terdiri dari dua, Telkomsel Rp 750 miliar dan Telkom Rp 1,6 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angsuran kita lebih kecil, kan kemarin sudah lunasin yang dari BRI. Angsuran ini ke bank, sama yang pemerintah. Tinggal yang yen saja," tegas Sudiro.
Terkait rencana penjualan Patrakom, Sudiro menerangkan, masih melakukan penjajakan dengan calon investor baru. "Potensial buyer belum ada yang cocok. Namun prinsip tetap divestasi," paparnya.
Saat ini perseroan tengah melakukan valuasi ulang atas aset Patrakom. "Kita valuasi lagi karena terakhir dilakukan dua tahun lalu. Tentu akan ada perubahan," tegas Sudiro.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan ada dua calon investor yang berminat pada Patrakom. Keduanya adalah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi.
"Kita punya FA (Financial Advisor) dan memberikan harga sesuai kisaran. Kontribusi laba ke Telkom kecil sekali. Kalau besar, tidak akan dilepas. Paling hanya di bawah 5% dari total Telkom. Ini bukan jual tidak butuh. sekali mau jual, kita tetap jual," paparnya.
(wep/dnl)











































