60% Laba PTBA jadi Dividen Sebanyak Rp 1,85 Triliun

60% Laba PTBA jadi Dividen Sebanyak Rp 1,85 Triliun

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 03 Mei 2012 14:40 WIB
60% Laba PTBA jadi Dividen Sebanyak Rp 1,85 Triliun
Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemengang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam untuk tahun buku 2011 menutuskan untuk membagikan dividen sebesar 60% dari laba bersih atau sebesar Rp 1,85 triliun kepada pemegang saham.

"Hasil RUPS Tahunan, laba bersih PTBA untuk tahun buku 2011 memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 1,85 triliun atau Rp 700,10 per saham kepada pemegang saham. Jumlah tersebut sama dengan 60% dari laba bersih PTBA Tahun Buku 2011 sebesar Rp 3,09 triliun," kata Direktur Utama PTBA, Milawarma, seusai RUPS Tahunan PTBA di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (3/5/2012).

Diungkapkan Milawarma, pembagian dividen tersebut lebih tinggi 15% dibandingkan dengan jumlah deviden tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2010 sebesar Rp 1,21 triliun dari total laba bersih tahun buku 2010 sebesar Rp 2,01 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Deviden akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 1 Juni 2012 dan akan dibayar pada paling lambat pada 15 Juni 2012. Sementara sisa laba bersih lainnya 1% akan digunakan untuk alokasi Program Kemintraan, 3% laba bersih digunakan untuk Bina Lingkungan dan sisanya digunakan untuk Capex (belanja modal) dan cadangan pengembangan,” tambahnya.

Jual 13,47 Ton Batubara, Pendapatan PTBA Tembus Rp 10,58 Triliun

PTBA pada tahun 2011 berhasil menjual 13,47 juta ton batubara dengan market share 65% pasar domestik, dari penjualan tersebut perusahaan BUMN ini berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 10,58 triliun atau 34% lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha tahun 2010.

"Tahun buku 2011 laba bersih kami (PTBA) mencapai Rp 3,09 triliun atau naik 54% dibandingkan laba bersih tahun buku 2010. Kontribusi terbesar dari perolehan laba bersih tersebut berasal dari penjualan batubara sebesar 13,47 juta ton," kata Milawarma.

Dikatakan Milawarma, atas penjualan tersebut, perseroannya pada tahun buku 2011 mencatat pendapatan usaha Rp 10,58 triliun atau 34% lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha di 2010 sebesar Rp 7,91 triliun.

"Volume penjualan 13,47 juta ton batubara tersebut naik 4% dibandingkan volume penjualan 2010 sebesar 12,95 juta ton. Naiknya laba bersih kami sendiri tidak lepas dari kondisi pasar yang baik serta kinerja operasional yang jauh lebih baik," jelasnya.

Kata Milawarma, di 2011 menjual batubara dengan harga rata-rata (terimbang) sebesar Rp 784.000 per ton atau naik 29% dibandingkan harga jual tahun 2010 sebesar Rp 609.000 per ton.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads