Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, obligasi ini diterbitkan dalam 2 seri, yang pertama berjangka waktu 10 tahun, dan kedua 30 tahun.
Obligasi seri pertama bernilai US$ 1,25 miliar dan akan jatuh tempo Mei 2022 dengan bunga (kupon) 4,875% dan yield 4,95%. Sementara seri kedua jatuh tempo Mei 2042 dengan bunga 6% dan yield (6,1%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penyebaran geografis, obligasi bertenor 10 tahun terserap oleh investor dari kawasan Asia sebanyak 47%, Eropa 24%, dan investor asal Amerika Serikat 29%. Berdasarkan institusi, sebanyak 62% dari obligasi tersebut diserap oleh manajer investasi, 15% perbankan, 8% lembaga asuransi dan dana pensiun, serta 7% bank sentral dan lembaga pengelola investasi negara, serta 8% private bank.
Adapun obligasi dengan tenor 30 tahun sebanyak 32% diserap oleh investor asal Asia, 23% Eropa, dan 45% Amerika Serikat. Sebesar 75% dari obligasi tersebut dialokasikan ke manajer investasi, 7% perbankan, 10% lembaga asuransi dan dana pensiun, 2% bank sentral dan lembaga pengelola investasi negara, dan 6% oleh private bank.
Barclays Bank PLC, Citigroup Global Markets Limited, dan The Hongkong dan Shanghai Banking Corporation Limited bertindak sebagai joint bookrunners dan joint lead managers dalam transaksi ini. Adapun, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai co-managers.
(dnl/ang)











































