Pertamina Jual Surat Utang Dolar Rp 22,5 Triliun

Pertamina Jual Surat Utang Dolar Rp 22,5 Triliun

- detikFinance
Kamis, 03 Mei 2012 19:47 WIB
Pertamina Jual Surat Utang Dolar Rp 22,5 Triliun
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akhirnya menerbitkan surat utang (obligasi) global berdenominasi dolar AS dengan nilai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, obligasi ini diterbitkan dalam 2 seri, yang pertama berjangka waktu 10 tahun, dan kedua 30 tahun.

Obligasi seri pertama bernilai US$ 1,25 miliar dan akan jatuh tempo Mei 2022 dengan bunga (kupon) 4,875% dan yield 4,95%. Sementara seri kedua jatuh tempo Mei 2042 dengan bunga 6% dan yield (6,1%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penawaran obligasi Pertamina mendapatkan respons positif dari investor global. Permintaan investor pada masa penawaran mencapai US$9,3 miliar, atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga lebih dari 3,7 kali," kata Karen dalam siaran pers, Kamis (3/5/2012).

Berdasarkan penyebaran geografis, obligasi bertenor 10 tahun terserap oleh investor dari kawasan Asia sebanyak 47%, Eropa 24%, dan investor asal Amerika Serikat 29%. Berdasarkan institusi, sebanyak 62% dari obligasi tersebut diserap oleh manajer investasi, 15% perbankan, 8% lembaga asuransi dan dana pensiun, serta 7% bank sentral dan lembaga pengelola investasi negara, serta 8% private bank.

Adapun obligasi dengan tenor 30 tahun sebanyak 32% diserap oleh investor asal Asia, 23% Eropa, dan 45% Amerika Serikat. Sebesar 75% dari obligasi tersebut dialokasikan ke manajer investasi, 7% perbankan, 10% lembaga asuransi dan dana pensiun, 2% bank sentral dan lembaga pengelola investasi negara, dan 6% oleh private bank.

Barclays Bank PLC, Citigroup Global Markets Limited, dan The Hongkong dan Shanghai Banking Corporation Limited bertindak sebagai joint bookrunners dan joint lead managers dalam transaksi ini. Adapun, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai co-managers.
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads