"Mungkin karena cuaca buruk dan itu menyebabkan kemacetan sehingga banyak yang tidak dapat datang," jelas Direktur BUMI Dileep Srivastava di Balai Kartini, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Selanjutnya, perseroan akan mengagendakan ulang RUPS dalam 10 hari mendatang. "Kami akan mengumumkan agenda ulang RUPS dan RUPS Luar Biasa dalam 10 hari," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dileep menambahkan, perseroan ingin menanggapi rilis lembaga pemeringkat S&P yang mengatakan outlook negatif BUMI karena perseroan dianggap memiliki risiko besar. "Statement S&P prematur, kekhawatiran yang diungkapkan S&P terkait ancaman tidak terbayarnya utang jatuh tempo Bumi Resources adalah tergantung faktor yang tidak bisa kita kontrol," tuturnya.
(wep/ang)











































