Bursa Asia Rontok, IHSG Ambles 57 Poin

Bursa Asia Rontok, IHSG Ambles 57 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 07 Mei 2012 16:10 WIB
Bursa Asia Rontok, IHSG Ambles 57 Poin
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 57 poin terseret arus koreksi pasar saham Asia. Sentimen global yang negatif membuat banyak investor melepas saham.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 9.200 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.205 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG jatuh 39,765 poin (0,95%) ke level 4.176,916 setelah mendapat sentimen negatif dari pasar global. Investor langsung mengambil untung atas posisi IHSG yang sudah cukup tinggi pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks langsung ambles di zone merah tanpa harapan bangkit ke teritori positif karena koreksinya yang cukup tinggi. Aksi lepas saham banyak dilakukan investor akibat maraknya sentimen negatif.

Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks hari ini di 4.130,253. Saham-saham unggulan yang sudah menguat langsung terkena profit taking.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 80,926 poin (1,92%) ke level 4.135,755 akibat aksi jual masif. Bursa-bursa di regional juga berguguran akibat sentimen negatif dari pasar global.

Memasuki perdagangan sesi II, pergerakan indeks tak jauh berbeda dari pagi tadi. Koreksinya bisa sedikit melambat akibat aksi beli jelang penutupan.

Menutup perdagangan awal pekan, Jumat (4/5/2012), IHSG ambles 57,819 poin (1,38%) ke level 4.158,862. Sementara Indeks LQ45 jatuh 9,482 poin (1,33%) ke level 706,734.

Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, koresinya cukup dalam, rata-rata lebih dari dua persen. Tak satu pun sektor yang mampu menanjak.

Pelemahan hari ini dipimpin saham-saham unggulan terutama berbasis komoditas tambang. Investor mulai mengambil untung atas penguatan indeks pekan lalu.

Dana asing mengalir keluar lantai bursa dalam jumlah yang cukup besar. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 266,768 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 113.349 kali pada volume 8,248 juta lot saham senilai Rp 5,036 triliun. Sebanyak 49 saham naik, sisanya 251 saham turun, dan 63 saham stagnan.

Pasar saham Asia hari ini kompak berjalan di zona merah sejak pagi tadi. Sentimen negatif bursa global benar-benar membuat pasar regional kepayahan.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun tipis 0,07 poin (0,00%) ke level 2.451,95.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 549,35 poin (2,61%) ke level 20.536,65.  
  • Indeks Nikkei 225 ambles 261,11 poin (2,78%) ke level 9.119,14.  
  • Indeks Straits Times jatuh 61,26 poin (2,05%) ke level 2.929,33.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 625 ke Rp 3.150, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 58.850, Lion Metal (LION) naik Rp 300 ke Rp 7.500, dan Nipress (NIPS) naik Rp 250 ke Rp 3.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 71.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 37.850, United Tractor (UNTR) turun Rp 850 ke Rp 28.450, dan Multi Breeder (MBAI) turun Rp 750 ke Rp 12.400.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads